Masuk Kota 1949 SEPERTI DIKISAHKAN OLEH SEORANG SAKSI MATA Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Kembang, bendera, dan selendang Untuk pemuda pejuang Dari Kerawang dan Tanggerang Dalam konvoi mungkin masih ada Jono, Idrus, Suratman, dan Bachtiar. Saudara, teman, dan tetangga kita Yang kini menjadi gondrong, dekil, dan lusuh Padahal dahulu mereka necis dan parlente Semua sudah tergadai, saat nica mengetuk pintu. Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Nyanyian dan lencana Yang tak sempat tersematkan Dan tak sempat didengarkan Percuma, Sebab mereka keburu menghilang memburu Hiburan, perempuan, harta rampasan, dan perumahan. Di kawasan Menteng, Matraman, dan Tanah Abang. Kami hanya bersorak sesaat di Kramat. Mencari wajah yang tak lagi dapat dikenali. Seperti gedebong hanyut, Rombongan terdiam pulang. Sambil menenteng kembang layu Untuk dibuang! 1999
Lelaki biasa; bukan ekspatriat.