Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Story From The Heart

Catatan Pesma #11

Menjelang sore hari ini, aku sengaja meluangkan waktu beberapa menit sebelum asar. Hari ini, jadwal kuliah sangatlah padat, UTS di setiap mata kuliah. Namun, hal yang demikian membuat aku dan teman-temanku semakin menambah kenangan di dalam hidup kita masing-masing. Yap, benar sekali kenangan. Sudah lama rasanya aku tidak menulis di papan ketik ini. Sekarang auranya seperti ada yang berbeda. Entah apa yang membuat hal ini begitu beda. [tertawa] Aku hanya ingin bercerita tentang kejadian beberapa waktu yang lalu; seperti sakitnya kawanku Behar sehingga ia terpaksa harus pulang ke rumahnya dalam keadaan sakit, bahkan ia mengendarai sendiri motornya. Seharian aku memikirkan keadaan dirinya, sesekali ingin menelpon dia menggunakan telepon asrama, apakah dia sudah sampai ataukah belum? apakah ini yang dinamakan orang lain 'lebay'? Terserah, Behar adalah kawanku. Atau tidak hadirnya diriku di acara penting Andika. Ia telah resmi menjadi anggota kepolisian sekarang. Aku i...

Catatan Pesma #10

Sepertinya musim hujan tahun ini akan mengalami kemunduran dari yang seperti biasanya. Sudah bulan ke-11 di tahun masehi, hujan masih sangat jarang sekali turun, khususnya di tempat aku tinggal saat ini. Terkadang hanya terlihat gumpalan awan yang menjadikan hari mendung tanpa ada kepastian akan turun hujan ataukah tidak? Oh, sudah tentu alam tidak pernah memberikan harapan. Apalagi yang palsu, bukan? (tertawa) Sudah 2 hari ini aku tidak masuk kuliah. Hari ini dan kemarin, menjadi hari yang berat untuk tubuhku melaksanakan tugasnya. Ia tidak kuat berjalan, otot-ototnya lemah, jari-jemarinya tidak berdaya, suhunya pun sangat tinggi, lebih sering ia tertidur lemas di atas pembaringannya, bibirnya kering memucat, dan malamnya dihiasi dengan mengigau mungkin disebabkan suhunya yang sangat tinggi. Bulan November kali ini, aku tidak segagah pada tahun yang lalu; ya, terlalu lemah! Sejak semester 3, aku berpindah ke asrama A. Ini merupakan peraturan dari Pesma, harus bergantian setiap sem...

Catatan Pesma #8

Hari berganti, musim pun berubah. Masa yang telah berlalu semakin jauh aku tinggalkan. Jauh. Masa depan yang belum terlihat nampak sama saja– jauh . Itu lah sebagian hal gaib yang patut disepakati. Aku tidak berhasil menangkap dengan sempurna kilatan-kilatan tentang masa lalu dan apalagi masa yang akan datang. Semuanya terbilang indah di masa lalu, kata mereka. Namun masa depan sangat lah penting untuk ku, kata mereka juga. Mendengarkan perkataan orang lain sangatlah penting, namun pilihan tetap pada diri sendiri. Terlalu mendengarkan dan menuruti perkataan orang lain justru itu lah penyebab dari sebuah masalah. Jadi, hari ini hanyalah milik diriku, dan aku hanya hidup untuk hari ini, aku tidak akan menunda kebaikan apa pun, karena hari esok sebuah misteri. Perkataan yang baik akan aku terima, tidak berlaku jika itu hal yang buruk bagi ku. Perkataan seseorang yang baik akan aku gunakan dalam perjuangan ku hari ini. Hari kemarin sudah lah terkunci di dalam sebuah peti baja dengan ra...

Catatan Pesma #7

Tetesan air dari langit berjatuhan sangat deras. Kali ini, udara dingin lah yang mendominasi. Pukul 14.23 waktu di sebelah barat Nusantara seingat aku kala itu. Dari balik jendela lobby gedung yang tinggi, aku melihat untuk pertama kalinya seseorang datang. Berjalan cepat membelah hujan tanpa pakai mantel khusus musim penghujan. Tak perlu ditanyakan lagi basah di badannya. Dan tak membuat aku heran sesampainya ia ke tempat teduh langsung menggigil kedinginan. * "Bu! Besok abang mau berangkat ke asrama." "Loh, engga jadi nanti sore?" Dengan heran wanita yang akrab di panggil dengan sebutan ibu itu menjawab pertanyaan anaknya. "Engga jadi, Bu. Abang masih mau tidur di sini semalam lagi! Boleh kan Bu?" "Ya tentu boleh dong! Asal kamu engga melanggar aturan saja" Ibunya penuh kekhawatiran. "Nanti malam kan engga ada acara apa-apa di asrama, kuliah juga belum mulai." "Ya sudah. Ibu engga ikut campur kalau nanti kamu tern...

Catatan Pesma #6

Malam ini, rasa gembira menyelimuti hampir seluruh mahasiswa, terutama bagi kami mahasiswa yang tinggal di asrama. Waktu sangatlah singkat & tak terasa satu semester telah kami lalui bersama, terlalu sibuk serta padatnya kegiatan sehingga kami merasa semuanya begitu cepat. Ujian akhir semester telah usai beberapa jam yang lalu, dan malam ini kami berkumpul di aula untuk mendengarkan nasihat-nasihat dari para pengajar sebelum liburan itu resmi kami dapatkan. Sebuah acara yang rutin dilaksanakan beberapa orang menjawab demikian setelah aku bertanya kepada mereka yang telah lama satu tahun diatas ku. Acara yang cukup ramai bagi kami, ditambah makan bersama yang menunya sangatlah nikmat. Suasana malam ini begitu hangat, karena kami makan seperti biasa; setiap nampan dikelilingi lima orang. "Wah, coba setiap hari kita makan seperti ini!" Ali bersemangat tatkala melihat isi nampan. "Eh, Ali! Katanya ente engga suka ikan gurame ya? Jadi, ikannya buat ane aja ya?! Heheh...

Catatan Pesma #5

"Udah malem Beh! Tidur yuk!" pinta ku kepadanya dengan mata yang sudah berat. "Kalo ente ngantuk tidur duluan aja, ane belom ngantuk Ki." * Hanya kalimat itu yang terakir aku dengar dari mulutnya. Malam itu kami berdua baru saja pulang ke asrama tempat kami menetap, sekitar pukul 01.00 waktu Indonesia bagian barat. Aku lelah sekali, ternyata acara kampus begitu padatnya hingga kami harus pulang larut malam. Acara bulanan ini memang hukumnya wajib diikuti bagi seluruh mahasiswa asrama, termasuk kami berdua. Acara yang bertajuk ' Lailatul Arabiyah ' memang sangat menarik dan unik, terutama bagi kami yang belum pernah mengikuti acara tersebut. Sampai kami pulang larut malam, karena mengikuti rangkaian acara dari awal sampai penutup. Seru! Aku berjalan disamping kawanku, Behar. Seusai acara, kami langsung bergegas menuju asrama karena sudah lelah sekali dan ingin segara menyimpan sendi-sendi kami diatas kasur. "Oiya Beh! Besok kan ada t...

Catatan Pesma #4

Pukul 03.23 pagi. Suara alarm telah berdering 3 menit yang lalu. Namun suara air yang terus berjatuhan dari luar asrama membuat suara alarm sangat lemah. Mungkin jutaan tetes atau bahkan milyaran tetesan dari langit terus berjatuhan sejak ba'da isya, membuat udara semakin dingin dan tanah tak lagi mengeras kekeringan. Dan disaat ini pula, semakin enggan untuk membuka mata yang sedang tertutup menikmati bunga-bunga tidur. Setelah semalaman berusaha keras memahami bahasa Arab, hingga terlelap ditengah buku-buku yang berserakan ditempat tidur. Memang seperti inilah kehidupan setelah menjadi Mahasiswa. Kurang teratur dalam merapihkan buku, hehe. Meski setiap malam seperti ini terus. Sampai saat ini, hasilnya belum terlihat. Masih belum. "Beh... Beh! Bangun Beh, katanya mau ngasih tau rahasianya? Beh!!" "Uuuhh, kenape sih? Usil banget, orang lagi enak-enak mimpi Indah!" "Itu, Beh. Yang ane bilang.... " Meski terlihat sangat berat matanya, dan s...

Catatan Pesma #3

Setelah beberapa minggu tinggal di asrama, lambat laun aku mulai menyesuaikan seluruh kegiatan yang ada disini. Mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur, semuanya memiliki aturan dan tata tertib masing-masing, tidak semau diri sendiri, jangan sampai melanggar apa-apa yang sudah disepakati dan ditetapkan bersama. Semua sepakat, beserta dengan konsekuensi apabila mendapati sebuah pelanggaran maka harus bersedia menerima resikonya. Apapun itu. Contohnya saja, ketika bel pertanda gerbang akan dikunci, maka seluruh mahasiswa harus segera keluar kamar dan menuju ke kampus. Bagi siapa saja yang belum siap, dan masih berada di kamarnya setelah bel dibunyikan, maka harus menerima jika ternyata ia terkunci dan tidak bisa keluar, karena pintu gerbang sudah digembok! Resiko.  Sepulang dari kampus aku berniat menuju ke asrama terlebih dahulu, namun sebelum itu ternyata ada hal lain yang kemudian membawaku ke arah lantai paling atas di kampus. Disaat aku berjalan menuju asrama, aku melihat...

Catatan Pesma #2

Bekasi masih pagi. Sekitar pukul 05.50 ba'da sholat subuh. Bau udara pagi yang khas dengan kota industri, sudah biasa terhirup seperti ini, ada sekumpulan partikel masa lalu yang masuk kedalam jiwa, bersamaan dengan masuknya udara yang dihirup. Begitu juga aroma kekecewaan yang selalu timbul akibat dari berharap kepada seseorang,  mau tidak mau merasuk pula kedalam jiwa. Namun, semua itu bisa diubah menjadi segelintir kisah cita dan cinta, tidak perlu dijadikan bahan kegalauan jiwa. Dengan ditemani secangkir kopi hitam yang masih panas, serta asap tipis yang keluar darinya sudahlah cukup untuk menghirup aroma dari nikmatnya masa lalu, bahkan pahitnya kekecewaan terlarut dalam secangkir kopi pagi ini. Selalu. * Di Masjid. Setelah semuanya selesai menyetorkan hapalan surat-surat Al-Qur'an, semua mahasiswa ada yang langsung bergegas ke asrama untuk menyiapkan keperluan, ada juga yang berdiam untuk sekedar berdiskusi ringan, atau hanya sekedar tidur-tiduran di Masjid menikmati ...

Catatan Pesantren Mahasiswa (Pesma) #1

Assalamualaikum kawan! Siapapun kamu, yang saat ini sedang membaca blog ini semoga dalam keadaan bahagia! Ini postingan pertamaku tentang segelintir kejadian-kejadian seputar kehidupan di asrama atau biasa disebut pesantren mahasiswa (pesma) dan insya Allah akan ada postingan lain yang mudah-mudahan membawa manfaat, serta lanjutan dari cerita pesma dan beberapa perihal curahan hatiku, hehehe. Asyek! Silakan nikmati dengan penuh kenyamanan :) Ttd, lelaki biasa *** Aku terkejut. Sesaat setelah mendengar kabar dari salah seorang mahasiswa yang sama-sama menghuni asrama. Mengapa? Jadi seperti ini... Kemarin malam ada seseorang masuk ke kamarku untuk mengabarkan bahwa besok adalah bagian kamarku yang bertugas untuk memasak. Ternyata orang itu adalah ketua divisi bagian dapur di asrama tampat aku tinggal (asrama B). Ia juga mahasiswa yang sudah semester 3. Aku heran! Sempat tidak percaya! Bisakah? Aku? Atau kami harus masak? Mengetahui hal ini, tentu saja aku sangat terkej...