Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Satu Harapan

Bergerak lah sebebas yang kamu mau Berlari lah sejauh kamu mau Bersenang-senang lah sesuai yang kamu mau Tertawa lah dan jangan hiraukan orang lain di sekitar mu Berkata dan berbuat lah apa yang kamu mau Lakukan saja, bukan kah dunia ini adalah kebebasan untuk mu? Dan, menangis lah sejadi-jadinya ketika apa yang kamu mau tidak pernah bisa ada dihadapan mu. Apapun itu. Ingatlah hal ini : Apakah kamu mengira 'gerakan' kamu adalah kehendak mu sendiri? Apakah kamu berpikir kamu bisa menghindar dan berlari sejauh mata memandang? Apa kamu kira dengan bersenang-senang lalu tertawa seolah hidup hanya untuk hal itu? Mungkinkah kamu berbicara tapi untuk hal yang sia-sia? Kamu berlari ketika aku tertindas Kamu tega menertawakan aku, padahal aku bukan bahan olok-olokan, bukan? Kamu dan aku sama Kamu bicara tentang hal yang belum kamu tahu pasti, namun seolah penampilan ku adalah sesuatu yang radikal ? Jika boleh berharap. Yang aku harapkan hanya lah kamu dan seluruh kam...

Catatan Pesma #7

Tetesan air dari langit berjatuhan sangat deras. Kali ini, udara dingin lah yang mendominasi. Pukul 14.23 waktu di sebelah barat Nusantara seingat aku kala itu. Dari balik jendela lobby gedung yang tinggi, aku melihat untuk pertama kalinya seseorang datang. Berjalan cepat membelah hujan tanpa pakai mantel khusus musim penghujan. Tak perlu ditanyakan lagi basah di badannya. Dan tak membuat aku heran sesampainya ia ke tempat teduh langsung menggigil kedinginan. * "Bu! Besok abang mau berangkat ke asrama." "Loh, engga jadi nanti sore?" Dengan heran wanita yang akrab di panggil dengan sebutan ibu itu menjawab pertanyaan anaknya. "Engga jadi, Bu. Abang masih mau tidur di sini semalam lagi! Boleh kan Bu?" "Ya tentu boleh dong! Asal kamu engga melanggar aturan saja" Ibunya penuh kekhawatiran. "Nanti malam kan engga ada acara apa-apa di asrama, kuliah juga belum mulai." "Ya sudah. Ibu engga ikut campur kalau nanti kamu tern...