Langsung ke konten utama

Catatan Pesma #7

Tetesan air dari langit berjatuhan sangat deras. Kali ini, udara dingin lah yang mendominasi. Pukul 14.23 waktu di sebelah barat Nusantara seingat aku kala itu. Dari balik jendela lobby gedung yang tinggi, aku melihat untuk pertama kalinya seseorang datang. Berjalan cepat membelah hujan tanpa pakai mantel khusus musim penghujan. Tak perlu ditanyakan lagi basah di badannya. Dan tak membuat aku heran sesampainya ia ke tempat teduh langsung menggigil kedinginan.

*

"Bu! Besok abang mau berangkat ke asrama."

"Loh, engga jadi nanti sore?" Dengan heran wanita yang akrab di panggil dengan sebutan ibu itu menjawab pertanyaan anaknya.

"Engga jadi, Bu. Abang masih mau tidur di sini semalam lagi! Boleh kan Bu?"

"Ya tentu boleh dong! Asal kamu engga melanggar aturan saja" Ibunya penuh kekhawatiran.

"Nanti malam kan engga ada acara apa-apa di asrama, kuliah juga belum mulai."

"Ya sudah. Ibu engga ikut campur kalau nanti kamu ternyata dapat sanksi, harus tanggung jawab!"

"Hehehe. Siap, Bu!" Senyuman yang lebar dan khas itu....

*

Libur semester sudah berakhir. Hari ini mulai kuliah. Namun, jiwa ku masih saja ingin liburan. Meski, tidak liburan ke tampat wisata, aku tetap senang bisa berlibur di rumah; keluarga sumber kebahagiaan ku saat liburan.

Aku ingat. Hari ini tanggal 27 Januari, aku akan berangkat ke sekolah lama ku dahulu. Ya, SMA! Aku akan kesana, dengan pakaian rapi dan bersih, dengan sesuatu yang baru, yang akan aku beri kepada semua kawan lama ku sewaktu masih sekolah di SMA dulu. Karena hari ini adalah momen yang pas bagi kita semua untuk bertatap dan saling menyapa kabar satu sama lain. Aku sangat antusias.

Dan aku ingat juga. Hari ini adalah tanggal dimana aku mulai masuk kuliah perdana di semester baru. Wajib hukumnya untuk mengikuti kuliah umum yang rutin diadakan oleh kampus. Mengapa harus berbarengan dengan acara di sana? Aku ingin bertemu kawan ku, guru-guru, eskul sekolah, babeh, empok, pokonya semua yang berbau tentang masa SMA. Semuanya langsung terkubur begitu saja! Ketika aku ingat hal yang kedua kalinya. Aku harus masuk kuliah dan... Hallo teman-teman!

*

"Sudah lama menunggu ya? Maaf!" Dengan badan yang sudah basah seluruhnya.

"Engga juga."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Exquisite Lightweight Recipe for Sus Dry Cheese Vs Sus Dry Chocolate Special

This Dry Sus Cake is indeed yummy, so it is loved by many children and adults. This dry sus cake is best made as a snack when relaxing with the family, besides this elegant, sus sus snack is also suitable as a special Eid cake . To create dry, elegant sus can snacks in a variety of ways, here is a recipe for creating the most delicious sus sus dry snacks . There are two elegant recipe snacks for those of you who like salty cheese cake. Try the dry cheese sus cake and chocolate dry sus cake for those of you who like chocolate.   1. Recipe Sus Dry Cheese Ingredients Sus Dry Cheese flour 125 gr (medium protein) egg 3 eggs baking powder 1 teaspoon water 250 ml margarine 50 gr butter 50 g grated cheese 180 gr salt 1/2 tsp How to make a special dry cheese cake cook water with butter, margarine and salt while stirring, stirring until it boils. Turn off the heat. Then enter the flour gradually while stirring until blended, Turn on the fire again, cook ...

Sharkiyah (Bagian 1 s/d selesai)

Gumpalan awan gelap terseret angin menuju ke arah barat. Burung-burung gereja pulang ke sarangnya lebih awal. Sinar matahari hampir hilang karena terselimuti gumpalan awan nan gelap yang sudah tidak mampu menahan beban kegelisahan di atasnya. Di kota urban, sebagian manusia terburu-buru karena khawatir menemukan hujan di tengah perjalanan mereka. Sudah terlanjur basah, hujan menjadi kambing hitam dari setiap kekesalan para manusia. Tidak hanya hujan saja, apa pun bisa menjadi kambing hitam di mata manusia itu sendiri, karena baru-baru ini aku dengar kabar dari manusia bahwasannya mereka pandai sekali menjadikan sesuatu sebagai kambing hitam. Apa benar begitu? Menurut aturan  alam . Saat ini adalah jam 5 sore waktu Indonesia sebelah barat. Sepertinya akan terjadi hujan yang deras. Seorang anak perempuan dan membawa kantung yang terbuat dari plastik bekas berharap ada seorang yang memberi dan terus memberi, seperi tidak ada harapan lagi kecuali mengharapkan pemberian. Ibu-ib...

Alles Komt Goed

Aku menatap awan-awan berkeliaran terseret embusan angin Di tepi pantai, deburan ombak memecah kecemburuan Nelayan mulai pergi melaut memburu kebahagiaan Belahan jiwa dan buah hati menunggu ceria di surga kecil miliknya Aku masih tetap memandangi awan-awan, sekarang aku sendirian Mereka tau, aku pasti cemburu Tidak bisa ikut bersamanya Di hari yang paling indah—untuknya Aku sebal, awan-awan itu mengira aku cemburu Perhatikanlah, aku  hanya sedang menikmati tersiksa oleh derasnya rindu "Alles komt goed" —November Hasil terjemah ke bahasa Belanda : Ik keek naar de wolken die in de wind dwaalden Op het strand breken de golven jaloezie Vissers begonnen te vissen op geluk Zielsverwanten en kinderen wachten gelukkig in zijn kleine paradijs Ik staarde nog steeds naar de wolken, nu was ik alleen Ze weten dat ik jaloers moet zijn Ik kan niet met hem meegaan Op de mooiste dag - voor haar Ik ergerde me, de wolken dachten dat ik jaloers was Kijk, ik vind het gewo...