Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Catatan Pesma #8

Hari berganti, musim pun berubah. Masa yang telah berlalu semakin jauh aku tinggalkan. Jauh. Masa depan yang belum terlihat nampak sama saja– jauh . Itu lah sebagian hal gaib yang patut disepakati. Aku tidak berhasil menangkap dengan sempurna kilatan-kilatan tentang masa lalu dan apalagi masa yang akan datang. Semuanya terbilang indah di masa lalu, kata mereka. Namun masa depan sangat lah penting untuk ku, kata mereka juga. Mendengarkan perkataan orang lain sangatlah penting, namun pilihan tetap pada diri sendiri. Terlalu mendengarkan dan menuruti perkataan orang lain justru itu lah penyebab dari sebuah masalah. Jadi, hari ini hanyalah milik diriku, dan aku hanya hidup untuk hari ini, aku tidak akan menunda kebaikan apa pun, karena hari esok sebuah misteri. Perkataan yang baik akan aku terima, tidak berlaku jika itu hal yang buruk bagi ku. Perkataan seseorang yang baik akan aku gunakan dalam perjuangan ku hari ini. Hari kemarin sudah lah terkunci di dalam sebuah peti baja dengan ra...

Terbit

Dirimu kadang ditunggu-tunggu Terkadang dirundung sendu Hati ku membeku Menjawab pertanyaan, dimana kamu? Malam demi malam. Selalu berbeda dengan malam sebelum, sekarang, dan selanjutnya. Mengapa? oh, seharusnya jangan tanya mengapa karena itu tidak penting. Lebih tepat tanyakan, bagaimana? bagaimana seseorang menjalani hidupnya malam demi malam, sementara ia selalu menunggu pagi hari? bagaimana seseorang menjalani mimpi-mimpinya sementara ia tertidur di sore hari? bagimana seseorang mencintai waktu fajar, sedangkan dia lebih senang bersama puncak malam hari? Tidak aneh? mungkin kata-kata ini dapat menafsirkan perasaan yang ingin terbit di sebuah pedesaan yang terletak di balik gunung paling timur nusantara. Perasaan yang seharusnya terbit dan bersinar menerangi gelapnya desa nan abu, menghangatkan kampung yang beku, mencerahkan hati yang sedikit keliru tentang rindu. Rindu? Kata itu, sudah lama tidak terdengar oleh telinga ini, sudah lama tidak terbaca oleh mulut kasar ini. Han...