Hari berganti, musim pun berubah. Masa yang telah berlalu semakin jauh aku tinggalkan. Jauh. Masa depan yang belum terlihat nampak sama saja– jauh . Itu lah sebagian hal gaib yang patut disepakati. Aku tidak berhasil menangkap dengan sempurna kilatan-kilatan tentang masa lalu dan apalagi masa yang akan datang. Semuanya terbilang indah di masa lalu, kata mereka. Namun masa depan sangat lah penting untuk ku, kata mereka juga. Mendengarkan perkataan orang lain sangatlah penting, namun pilihan tetap pada diri sendiri. Terlalu mendengarkan dan menuruti perkataan orang lain justru itu lah penyebab dari sebuah masalah. Jadi, hari ini hanyalah milik diriku, dan aku hanya hidup untuk hari ini, aku tidak akan menunda kebaikan apa pun, karena hari esok sebuah misteri. Perkataan yang baik akan aku terima, tidak berlaku jika itu hal yang buruk bagi ku. Perkataan seseorang yang baik akan aku gunakan dalam perjuangan ku hari ini. Hari kemarin sudah lah terkunci di dalam sebuah peti baja dengan ra...
Lelaki biasa; bukan ekspatriat.