Selepas shalat jumat aku berkumpul dengan kawan-kawanku di pelataran Masjid, diketuai oleh teman sekelasku juga. Ia bertindak sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan yang akan kami selenggarakan nanti, insya Allah. Masing-masing ketua seksi mulai memaparkan rencananya kepada si ketua. Kami menjadi saling mendengarkan satu sama lain. Dibarengi candaan khas mahasiswa , membuat suasana kurang begitu serius. Ya, inilah rapat yang sebenarnya! Aku pikir tidak beda jauh juga suasana rapat di gedung yang megah di parlemen sana, penuh candaan? Hehe Bukan suasana rapat yang ingin aku lontarkan sebetulnya. Tapi, sebuah perjalanan yang cukup membuat tenaga dan pikiranku dan Dimas terkuras hampir habis. Mengapa? Karena, setelah rapat usai, aku dan Dimas diutus untuk menemui percetakan yang ada di Jakarta, tepatnya percetakan yang paling murah demi kelancaran rencana kita bersama, sebagaimana hasil rapat tadi. Tidak butuh waktu lama. Aku dan Dimas langsung bersiap-siap ke asrama menyiapkan...
Lelaki biasa; bukan ekspatriat.