2 Juli 2018
Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah setelah kami melewati masa libur ramadhan tahun ini.
—
Satu hari, bahkan satu minggu sebelum tanggal masuk kuliah, sebagian mahasiswa telah tiba di asrama. Kembali menempuh jalan panjang untuk menuntut ilmu, melawan rintangan yang menghadang— rasa bosan. Dan sebagian lain belum hadir tepat waktu mungkin disebabkan pemesanan tiket pesawat yang tidak sesuai jadwal masuk kuliah atau berbagai alasan lain yang membuat mereka terlambat datang ke asrama. Baiklah, hal itu memang sudah biasa terjadi di asrama sejak dulu, katanya.
Dari mulai tas-tas besar, koper, dan kardus yang berisi buah tangan dari kampung halaman yang setiap mereka bawa, kini turut memadati isi kamar di setiap asrama. Hal itu membuat volume sampah untuk beberapa hari kedepan akan meningkat drastis! Hehe
Lama perjalananan yang ditempuh masing-masing mahasiswa berbeda. 1-6 jam bagi mereka yang kampung halamannya masih di kawasan Jawa barat, DKI Jakarta, dan Banten. 6-12 jam bagi mereka yang kampung halamannya di Lampung, Jawa tengah dan Jawa timur. Dan 1 hari-seminggu bagi mereka yang mayoritas memliki kampung di luar pulau Jawa. Bahkan ada seorang mahasiswa yang kembali ke asrama dalam waktu <10 menit— baiklah, orang itu adalah aku! Ehehe
Sebetulnya kurang penting juga membahas waktu tempuh untuk bisa kembali ke asrama tercinta yang berada di tambun, alias kabul alias kampung bulu. Hehehe
Yang penting dari kedatangan setiap mereka, adalah buah tangan yang berasal dari daerah (kampung halaman) masing-masing yang tersebar di luar Bekasi tentunya. Hmm.... Baiklah kita mulai!
-Aceh
Kawasan paling barat Indonesia ini banyak menyimpan makanan atau cemilan yang unik. Namun, sayangnya aku engga tau apa nama makanan itu (lupa menanyakan), salah seorang temanku sengaja membawakan buah tangan dari sana. Rasanya baru pertama kali aku menyicipi makanan jenis itu, tapi aku tidak tau apa nama makanan tersebut:( selain itu, ia juga membawakan kopi hitam khas Aceh yang mendunia itu, sebelumnya aku memang memesan kepadanya supaya membawakanku kopi tersebut. Rasa kopinya berbeda dengan kopi-kopi yang ada di minimarket dan warung-warung di sini. Aroma yang khas, rasa kopi yang enak itu, jika kamu mencobanya akan selalu membawa kamu menuju suatu hal yang baru, disetiap cangkirnya seolah ada pesan dari sang petani kopi di sana, bahwa biji kopi ini diolah dengan penuh ketulusan yang akan menghasilkan nikmatnya kerinduan bagi siapapun yang meminumnya. Hitam pekat, ada rindu yang harus kita nikmati disecangkir kopi khas Aceh. Sungguh nikmat!
-Lampung
Masih dengan kopi. Namun tentu berbeda cita rasanya. Seorang teman lagi, membawa kopi khas Lampung. Rasa yang kuat membuat kamu akan meminum dan meminumnya lagi. Patut disyukuri karena Allah menciptakan pohon kopi di pulau yang sama, namun Ia berikan perbedaan disetiap rasa yang menjadikan kopi itu khas Lampung.
-Batam, Riau.
Lagi lagi, aku engga tau apa nama kue dan makanan khas Riau tersebut. Yang aku tau, kawanku ini baik sekali. Dan setiap makanan yang ia bawa dari sana, hampir seluruhnya enak. Dan memang enak.... Hehehe
-Kalimantan dan Sulawesi
Kawanku yang ini, unik. Sama seperti kue yang ia bawa. Namanya kue Sengkang. Namun aku lupa, apakah kue ini khas Kalimantan atau Sulawesi-_- hehehe
Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah setelah kami melewati masa libur ramadhan tahun ini.
—
Satu hari, bahkan satu minggu sebelum tanggal masuk kuliah, sebagian mahasiswa telah tiba di asrama. Kembali menempuh jalan panjang untuk menuntut ilmu, melawan rintangan yang menghadang— rasa bosan. Dan sebagian lain belum hadir tepat waktu mungkin disebabkan pemesanan tiket pesawat yang tidak sesuai jadwal masuk kuliah atau berbagai alasan lain yang membuat mereka terlambat datang ke asrama. Baiklah, hal itu memang sudah biasa terjadi di asrama sejak dulu, katanya.
Dari mulai tas-tas besar, koper, dan kardus yang berisi buah tangan dari kampung halaman yang setiap mereka bawa, kini turut memadati isi kamar di setiap asrama. Hal itu membuat volume sampah untuk beberapa hari kedepan akan meningkat drastis! Hehe
Lama perjalananan yang ditempuh masing-masing mahasiswa berbeda. 1-6 jam bagi mereka yang kampung halamannya masih di kawasan Jawa barat, DKI Jakarta, dan Banten. 6-12 jam bagi mereka yang kampung halamannya di Lampung, Jawa tengah dan Jawa timur. Dan 1 hari-seminggu bagi mereka yang mayoritas memliki kampung di luar pulau Jawa. Bahkan ada seorang mahasiswa yang kembali ke asrama dalam waktu <10 menit— baiklah, orang itu adalah aku! Ehehe
Sebetulnya kurang penting juga membahas waktu tempuh untuk bisa kembali ke asrama tercinta yang berada di tambun, alias kabul alias kampung bulu. Hehehe
Yang penting dari kedatangan setiap mereka, adalah buah tangan yang berasal dari daerah (kampung halaman) masing-masing yang tersebar di luar Bekasi tentunya. Hmm.... Baiklah kita mulai!
-Aceh
Kawasan paling barat Indonesia ini banyak menyimpan makanan atau cemilan yang unik. Namun, sayangnya aku engga tau apa nama makanan itu (lupa menanyakan), salah seorang temanku sengaja membawakan buah tangan dari sana. Rasanya baru pertama kali aku menyicipi makanan jenis itu, tapi aku tidak tau apa nama makanan tersebut:( selain itu, ia juga membawakan kopi hitam khas Aceh yang mendunia itu, sebelumnya aku memang memesan kepadanya supaya membawakanku kopi tersebut. Rasa kopinya berbeda dengan kopi-kopi yang ada di minimarket dan warung-warung di sini. Aroma yang khas, rasa kopi yang enak itu, jika kamu mencobanya akan selalu membawa kamu menuju suatu hal yang baru, disetiap cangkirnya seolah ada pesan dari sang petani kopi di sana, bahwa biji kopi ini diolah dengan penuh ketulusan yang akan menghasilkan nikmatnya kerinduan bagi siapapun yang meminumnya. Hitam pekat, ada rindu yang harus kita nikmati disecangkir kopi khas Aceh. Sungguh nikmat!
-Lampung
Masih dengan kopi. Namun tentu berbeda cita rasanya. Seorang teman lagi, membawa kopi khas Lampung. Rasa yang kuat membuat kamu akan meminum dan meminumnya lagi. Patut disyukuri karena Allah menciptakan pohon kopi di pulau yang sama, namun Ia berikan perbedaan disetiap rasa yang menjadikan kopi itu khas Lampung.
-Batam, Riau.
Lagi lagi, aku engga tau apa nama kue dan makanan khas Riau tersebut. Yang aku tau, kawanku ini baik sekali. Dan setiap makanan yang ia bawa dari sana, hampir seluruhnya enak. Dan memang enak.... Hehehe
-Kalimantan dan Sulawesi
Kawanku yang ini, unik. Sama seperti kue yang ia bawa. Namanya kue Sengkang. Namun aku lupa, apakah kue ini khas Kalimantan atau Sulawesi-_- hehehe
Kue Sengkang
Gambar di atas adalah kue Sengkang. Jika kalian mencoba kue ini, maka di dalamnya terdapat sesuatu yang sangat unik. Isi kue itu lah yang membuat aku ingin ke Kalimantan atau Sulawesi. Menanyakan kepada si pembuat 'mengapa anda tidak pernah menghubungi saya? Betapa lezatnya kue ini, unik!' begitu kira-kira hehehe. Dan banyak kue-kue lain yang tidak aku ketahui nama-namanya, oh maafkan:( padahal kuenya sangat enak!!
-Pulau Madura dan Pulau Sapeken
Katanya, di Pulau Madura banyak makanan yang bercita rasa pedas. Mungkin memang benar. Namun kawanku yang berasal dari sana tidak membawa makanan pedas itu. Ia membawakan buah tangan yang berkesan. Benar-benar baru pertama kali aku merasakan makanan tersebut. Namanya Kacang Otok, awalnya aku mengira kacang ini bercita rasa pedas, namun kenyataannya sangat berbeda, kacang ini dominan manis, namun tidak terlalu manis juga, dan aku mengira bahwa kacang ini sangat keras jika dikunyah, namun ternyata sangat renyah dan enak. Pokoknya jika kalian ke pulau ini harus mencicipi cemilan khas ini!
Kacang Otok
Selanjutnya ada abon ikan dari pulau Sapeken. Ini sangat cocok buat kamu yang lagi bingung mau makan nasi tapi gatau apa lauknya. Abon ikan ini, pokoknya.......... Ajiiib!
-Lombok, NTB.
Disini mungkin surganya bagi kalian yang menyukai makanan yang dominan pedas. Ya, dari namanya aja udah Lombok, sebagian orang sana mengartikan kata tersebut adalah sebagai cabai. Jadi, engga heran kalau orang Lombok sana, suka yang pedas-pedas. Seperti Plecing kangkung khas Lombok ini nih kawan!
Plecing Kangkung
Rasanya pedas sejadi-jadinya. Bahkan, waktu kami makan sama-sama sampai berkeringat, mata merah, bibir hampir pecah, kemudian keesokan harinya tidak kuat kuliah karena keluar masuk toilet yang berkelanjutan. Hehehe pokonya hot!
Kemudian ada kue Tarek dan kue Pita. Jujur, kalo harus milih, aku lebih milih kamu dibanding yang lain. Eh! Maskudnya, aku lebih milih kue Tarek karena rasanya yang sangat menggugah selera. So? Semuanya juara deh, karena rasanya yang unik dan menarik. Jadi engga hanya Jabar aja lho yang Rindu Juara! Ehehe kue Tarek dan kue Pita khas Lombok ini juga bisa Juara:)
Kue Tarek
Sayang sekali, aku engga menemukan bentuk kue Pita di mas Gugel. Pokoknya rasanya manis dan aromanya wangi. Bayangin aja! Hihi
-Flores, NTT.
Beralih ke timur, jauh dari sana kawanku membawakan makanan khas kampungnya. Yang pertama ada jagung Titi khas Flores. Jika kamu mencoba makanan ini, rasanya hampir mirip emping yang biasa kita makan, namun bedanya ini terbuat dari jagung. Waktu aku menyicipinya, Alhamdulillah susah berhenti dan alhasil jagung Titi nya habis dan harus ke Flores katanya kalo aku mau makan lagi. Kalian mau ikut aku ke sana? Kita makan jagung Titi di bawah sinar mentari yang mulai redup di pinggir pantai. Mengahayal aja ih!
Jagung Titi
Yang kedua ada daging ikan hiu asap. Dari namanya aja udah serem. Ikan Hiu. Tapi ternyata rasanya engga serem kayak ikannya ya? Mungkin ini karena aku suka pantai. Apaan sih? Hehe rasa daging ikan hiu asap itu, beuh aku gak bisa cerita banyak. Super enak nya sampe tujuh turunan. Tapi sayang kamu (yang baca blog ini) turunan kedelapan, jadinya engga kebagian deh hehe *mulai ngaco
-Pulau Jawa
Duh engga tau mau bahas makanan yang mana soalnya makanan di pulau Jawa udah sering banget aku jumpai dan itu juga persis yang kawan-kawan bawa ke asrama; semua itu udah pernah aku cobain. Tapi, ada satu makanan yang super enak. Namanya Gratis. Makanan ini biasa berbentuk apa aja yang penting bisa dimakan dan halal tentunya. Makanan gratis ini paling semua orang suka. Apa kalian juga suka? Hehe maaf ya, untuk pulau Jawa, aku belum ada makanan yang pas untuk dibahas.
Kamu semua harus coba setiap makanan yang udah aku sebutin di atas. Karena Indonesia kaya akan kuliner dan ingat, Indonesia bukan hanya Jakarta aja lho!
Tulisan ini sengaja aku tulis, aku mau ucapin terima kasih buat kawan-kawan semua yang udah rela menempuh perjalanan jauh membawa buah tangan, eh setelah tiba di asrama ternyata kurang dari 7 hari semuanya ludes. Hehe terima kasih, telah memberikan rasa yang unik dari setiap kultur budaya daerah kalian melalui buah tangan dan kuliner. Semoga Allah memberikan kesehatan untuk kita semua melalui tumbuhan yang kemudian kita jadikan menu makanan, untuk kita semua konsumsi dan hal itu semoga menguatkan kita untuk senantiasa beribadah hanya kepadaNya dengan cara yang benar, yang sesuai Nabi Muhammad ajarkan kepada sahabat-sahabatnya. Dan aku harap aku bisa mengunjungi tempat asal dari makanan-makanan tersebut. Aamiin!
“People want honest, flavourful food, not some show-off meal that takes days to prepare.” — Ted Allen





Komentar
Posting Komentar