Langsung ke konten utama

Catatan Pesma #10

Sepertinya musim hujan tahun ini akan mengalami kemunduran dari yang seperti biasanya. Sudah bulan ke-11 di tahun masehi, hujan masih sangat jarang sekali turun, khususnya di tempat aku tinggal saat ini. Terkadang hanya terlihat gumpalan awan yang menjadikan hari mendung tanpa ada kepastian akan turun hujan ataukah tidak? Oh, sudah tentu alam tidak pernah memberikan harapan. Apalagi yang palsu, bukan? (tertawa)

Sudah 2 hari ini aku tidak masuk kuliah. Hari ini dan kemarin, menjadi hari yang berat untuk tubuhku melaksanakan tugasnya. Ia tidak kuat berjalan, otot-ototnya lemah, jari-jemarinya tidak berdaya, suhunya pun sangat tinggi, lebih sering ia tertidur lemas di atas pembaringannya, bibirnya kering memucat, dan malamnya dihiasi dengan mengigau mungkin disebabkan suhunya yang sangat tinggi. Bulan November kali ini, aku tidak segagah pada tahun yang lalu; ya, terlalu lemah!

Sejak semester 3, aku berpindah ke asrama A. Ini merupakan peraturan dari Pesma, harus bergantian setiap semesternya. Itu artinya, selama 2 tahun (4 semester) penuh aku akan merasakan pergantian asrama. Sedikit melelahkan memang. Kembali beradaptasi dengan kawan-kawan, memulai dengan kepengurusan baru, dan begitu lah kehidupan di asrama.

Aku merasakan tubuhku sangat berat untuk berdiri. Tidak tau mesti berbuat apa, kemudian aku teringat orang tuaku. Dan, tidak lama kemudian, setetes air mata mengalir kecil di antara pipiku. Sekarang, tidak tau mesti bagaimana. Aku memulai titik kepasrahanku di sini. Keluarga memang selalu tepat untuk menjadi alasan terbaik untuk aku rindukan. Entah penyakit apa yang Allah berikan saat ini terhadapku. Aku tidak ingin berputus asa, sakit bukanlah alasan untuk hatiku menjadi lemah. Mungkin badanku sudah tidak berdaya sekarang, namun tidak untuk hati dan jiwaku. Berusaha untuk tetap menguat!

Ah sial! tetesan air mataku....

Tulisan ini aku buat untuk diriku dan kamu. Aku tidak tau, hari esok jasadku masih di atas bumi atau sebaliknya. Bahkan sebulan kemudian, mungkin hanya tinggal namaku saja. Dengan tubuhku yang lemah kali ini, memaksakan diri untuk berbicara di atas papan ketik., sebab mulutku terlalu lemah! Penuh kejujuran, bayang-bayangmu ada menyertai ingatanku. Aku seolah dilemahkan dengan bayanganmu. Aku tau, kamu sehat-sehat saja di sana, dan ceria seperti sediakala. Semoga. Di bulan kesebelas ini, aku menulis kata-kata untuk kita. Mungkin terakhir kalinya, dan tidak ada kata-kata selanjutnya. Kata maaf, terlalu hina untuk kita, bukan? Baiklah, aku tidak segagah tahun-tahun lau di bulan yang sama. Kali ini, aku kembali terjangkit rindu yang menyiksa kedua kelopak mataku, karena ia selalu melihat bayanganmu di depan sana. Penuh kejujuran, rasa rindu ini semakin tak terbendung lagi. Dan aku tak ingin takut ketika tiba waktunya, nanti.

Dan, sial! air mata sialan ini!! Aku benci.





sendirian,


di ruang kecil, tanah patriot, bulan kesebelas tahun 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Exquisite Lightweight Recipe for Sus Dry Cheese Vs Sus Dry Chocolate Special

This Dry Sus Cake is indeed yummy, so it is loved by many children and adults. This dry sus cake is best made as a snack when relaxing with the family, besides this elegant, sus sus snack is also suitable as a special Eid cake . To create dry, elegant sus can snacks in a variety of ways, here is a recipe for creating the most delicious sus sus dry snacks . There are two elegant recipe snacks for those of you who like salty cheese cake. Try the dry cheese sus cake and chocolate dry sus cake for those of you who like chocolate.   1. Recipe Sus Dry Cheese Ingredients Sus Dry Cheese flour 125 gr (medium protein) egg 3 eggs baking powder 1 teaspoon water 250 ml margarine 50 gr butter 50 g grated cheese 180 gr salt 1/2 tsp How to make a special dry cheese cake cook water with butter, margarine and salt while stirring, stirring until it boils. Turn off the heat. Then enter the flour gradually while stirring until blended, Turn on the fire again, cook ...

Sharkiyah (Bagian 1 s/d selesai)

Gumpalan awan gelap terseret angin menuju ke arah barat. Burung-burung gereja pulang ke sarangnya lebih awal. Sinar matahari hampir hilang karena terselimuti gumpalan awan nan gelap yang sudah tidak mampu menahan beban kegelisahan di atasnya. Di kota urban, sebagian manusia terburu-buru karena khawatir menemukan hujan di tengah perjalanan mereka. Sudah terlanjur basah, hujan menjadi kambing hitam dari setiap kekesalan para manusia. Tidak hanya hujan saja, apa pun bisa menjadi kambing hitam di mata manusia itu sendiri, karena baru-baru ini aku dengar kabar dari manusia bahwasannya mereka pandai sekali menjadikan sesuatu sebagai kambing hitam. Apa benar begitu? Menurut aturan  alam . Saat ini adalah jam 5 sore waktu Indonesia sebelah barat. Sepertinya akan terjadi hujan yang deras. Seorang anak perempuan dan membawa kantung yang terbuat dari plastik bekas berharap ada seorang yang memberi dan terus memberi, seperi tidak ada harapan lagi kecuali mengharapkan pemberian. Ibu-ib...

Alles Komt Goed

Aku menatap awan-awan berkeliaran terseret embusan angin Di tepi pantai, deburan ombak memecah kecemburuan Nelayan mulai pergi melaut memburu kebahagiaan Belahan jiwa dan buah hati menunggu ceria di surga kecil miliknya Aku masih tetap memandangi awan-awan, sekarang aku sendirian Mereka tau, aku pasti cemburu Tidak bisa ikut bersamanya Di hari yang paling indah—untuknya Aku sebal, awan-awan itu mengira aku cemburu Perhatikanlah, aku  hanya sedang menikmati tersiksa oleh derasnya rindu "Alles komt goed" —November Hasil terjemah ke bahasa Belanda : Ik keek naar de wolken die in de wind dwaalden Op het strand breken de golven jaloezie Vissers begonnen te vissen op geluk Zielsverwanten en kinderen wachten gelukkig in zijn kleine paradijs Ik staarde nog steeds naar de wolken, nu was ik alleen Ze weten dat ik jaloers moet zijn Ik kan niet met hem meegaan Op de mooiste dag - voor haar Ik ergerde me, de wolken dachten dat ik jaloers was Kijk, ik vind het gewo...