Menjelang sore hari ini, aku sengaja meluangkan waktu beberapa menit sebelum asar. Hari ini, jadwal kuliah sangatlah padat, UTS di setiap mata kuliah. Namun, hal yang demikian membuat aku dan teman-temanku semakin menambah kenangan di dalam hidup kita masing-masing. Yap, benar sekali kenangan.
Sudah lama rasanya aku tidak menulis di papan ketik ini. Sekarang auranya seperti ada yang berbeda. Entah apa yang membuat hal ini begitu beda. [tertawa]
Aku hanya ingin bercerita tentang kejadian beberapa waktu yang lalu; seperti sakitnya kawanku Behar sehingga ia terpaksa harus pulang ke rumahnya dalam keadaan sakit, bahkan ia mengendarai sendiri motornya. Seharian aku memikirkan keadaan dirinya, sesekali ingin menelpon dia menggunakan telepon asrama, apakah dia sudah sampai ataukah belum? apakah ini yang dinamakan orang lain 'lebay'? Terserah, Behar adalah kawanku.
Atau tidak hadirnya diriku di acara penting Andika. Ia telah resmi menjadi anggota kepolisian sekarang. Aku ikut senang dan bangga, sekaligus sedih tidak bisa hadir ditengah kebahagiaan dirinya. Padahal sebelumnya ia sudah mengingatkanku untuk hadir di acara pelantikan tersebut. Maafkan aku Dik! Memang hari itu aku tidak bisa ijin, apalagi jadwal aku presentasi makalah. Sekali lagi maafkan aku. Biar bagaimanapun kamu tetap sahabatku, Polisi anya jabatan formal, suatu saat toh akan pensiun juga. Tapi tidak dengan sahabat, aku tidak pernah dengar ada yang namanya sahabat pensiun. [nyengir]
Membuka kembali email. Waktu kembali memutar pikiranku yang mulai kosong atas debu-debu nan usang. Satu persatu inbox aku buka. Aku perhatikan nama-nama siapa saja yang mengirimi pesan kepadaku. Alhasil, hanya pesan dari akun sosial media dan beberapa iklan beasiswa dan penulis yang update yang aku ikuti blognya. Memang tidak ada yang aneh, seperti biasanya. Ya, hanya kumpulan pesan tidak berarti dan membawa kehampaan. Kosong. Jenuh.
Jika kekosongan membuatku jenuh. Itu artinya aku tidak bisa melihat sesuatu dari sudut pandang lain. Aku berusaha untuk membuat sudut pandang lain, bukan kekosongan yang harusnya aku lihat. Tapi sudut pandang lain. Dengan kata lain, bukan hal yang menyedihkan yang harus kulihat melainkan sudut pandang lain yang bisa membuat kenangan indah itu kembali.
*omong-omong berat badanku terus naik selama aku di asrama
Komentar
Posting Komentar