Aku sempat tidak percaya pada sebuah Kegagalan. Atau lebih tepatnya, aku tidak paham apa arti Kegagalan.
Aku hanya mengerti bahwa ketika kalah dari sebuah pertandingan sepak bola itu adalah Kegagalan. Atau pertandingan-pertandingan lain yang sejenis.
Aku benci karena sejak 2017 lalu, tepat di bulan Agustus aku telah berani mendefinisikan Kegagalan. Ketakutanku yang berakibat sebuah perpisahan dengan seseorang itulah kusebut sebuah Kegagalan.
Aku ingin keluar dari sebuah kebodohan. Setelah 1.098 hari setelahnya, aku berusaha mendefinisikan kembali Kegagalan.
Namun sayang, aku gagal mendefinisikan sebuah Kegagalan.
Kita hanya pergi dari takdir ke takdir yang lain.
Lalu, apakah berpisah dengannya adalah Kegagalan? Bukan! Itu bukanlah Kegagalan, sebab aku tak pernah paham definisinya.

Komentar
Posting Komentar