Langsung ke konten utama

Postingan

Exquisite Lightweight Recipe for Sus Dry Cheese Vs Sus Dry Chocolate Special

This Dry Sus Cake is indeed yummy, so it is loved by many children and adults. This dry sus cake is best made as a snack when relaxing with the family, besides this elegant, sus sus snack is also suitable as a special Eid cake . To create dry, elegant sus can snacks in a variety of ways, here is a recipe for creating the most delicious sus sus dry snacks . There are two elegant recipe snacks for those of you who like salty cheese cake. Try the dry cheese sus cake and chocolate dry sus cake for those of you who like chocolate.   1. Recipe Sus Dry Cheese Ingredients Sus Dry Cheese flour 125 gr (medium protein) egg 3 eggs baking powder 1 teaspoon water 250 ml margarine 50 gr butter 50 g grated cheese 180 gr salt 1/2 tsp How to make a special dry cheese cake cook water with butter, margarine and salt while stirring, stirring until it boils. Turn off the heat. Then enter the flour gradually while stirring until blended, Turn on the fire again, cook ...

How to Make Savory & Crispy Onion Chips

Making an Eid dish does not have to be a steady Eid chicken . For those of you who are looking for a special Eid onion chip recipe , please try the recipe to create the following special onion chips . ONION CHICKEN img by: butter-fly-ku.blogspot.com Ingredients - Ingredients To Make Onion Chips: Enough fried oil Garlic 8 cloves (refined) Wheat flour 450 grams Sago flour 120 grams Salt 1 ½ sdt Instant broth ¾ sdt Baking powder ¾ sdt Egg yolk 1 egg Egg 1 egg Ice water 8 tbsp Chives 3 tbsp (thinly sliced) How to Make Onion Chips: Mix wheat flour, garlic, sago flour, salt, instant broth, baking powder, egg yolks, eggs, ice water and chives. Knead until the mixture is impervious. Grind the mixture until completely thin. Cut the mill with a jagged knife and length between 8 - 10 cm. Heat the oil then fry the chips until golden yellow. Lift. Drain. Let cool until the chips are cold. Store in a closed container to last longer. You can also create these onion chips by making a ni...

Mungkin Saja Berakhir

Sebuah kisah mungkin saja berakhir dengan tangisan. Betapa menikmatinya seorang yang masuk ke dalam kisah itu. Setiap konflik ia lewati dengan penuh perasaan. Watak yang tidak tergantikan antara si antagonis dan protagonis, keduanya tetap abadi tidak terbatas akhir kisahnya. Boleh saja aku mengatakan sebuah kisah mungkin saja berakhir. Tapi di seberang sana, ada orang yang rela menanti kelanjutan kisah ini. Betapa hancurnya hati dia yang sudah berharap, padahal aku anggap telah usai. Boleh juga jika dia ingin mengatakan sebuah kisah mungkin saja berakhir jika aku kembali memerankan tokoh pemenang. Atau boleh saja sebuah kisah mungkin saja berakhir jika dia sudah putus asa dengan penantian. Mungkin saja berakhir, dua orang yang kembali pulang kemudian mengunci pintu rumahnya setelah seharian mereka saling menunggu kabar. Berdoa semoga esok hari kenyataan pahit dan luka itu mungkin saja berakhir. Di sekitar Bekasi, Kira-kira pukul 2 dinihari, hari ke-27 di tahun 2020.

Alles Komt Goed

Aku menatap awan-awan berkeliaran terseret embusan angin Di tepi pantai, deburan ombak memecah kecemburuan Nelayan mulai pergi melaut memburu kebahagiaan Belahan jiwa dan buah hati menunggu ceria di surga kecil miliknya Aku masih tetap memandangi awan-awan, sekarang aku sendirian Mereka tau, aku pasti cemburu Tidak bisa ikut bersamanya Di hari yang paling indah—untuknya Aku sebal, awan-awan itu mengira aku cemburu Perhatikanlah, aku  hanya sedang menikmati tersiksa oleh derasnya rindu "Alles komt goed" —November Hasil terjemah ke bahasa Belanda : Ik keek naar de wolken die in de wind dwaalden Op het strand breken de golven jaloezie Vissers begonnen te vissen op geluk Zielsverwanten en kinderen wachten gelukkig in zijn kleine paradijs Ik staarde nog steeds naar de wolken, nu was ik alleen Ze weten dat ik jaloers moet zijn Ik kan niet met hem meegaan Op de mooiste dag - voor haar Ik ergerde me, de wolken dachten dat ik jaloers was Kijk, ik vind het gewo...

Catatan (akhir) Pesma #14

4 semester telah berlalu. Waktu memaksa untuk terus berputar sehingga diriku terbius oleh singkatnya hari demi hari yang telah kulewati. Selama 2 tahun pula aku telah tinggal di sebuah tempat yang kami sepakati bersama dengan sebutan asrama. Setelah melihat papan pengumuman di lobby kampus, bahwa diriku dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan ke semester 5. Hati tidak henti-hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah. Namun di sisi lain, hal ini juga sudah secara otomatis untuk semua mahasiswa yang lulus ke semester 5 harus meninggalkan asramanya. Artinya, kisah yang telah terjadi di asrama akan selalu dikenang oleh setiap penghuninya, termasuk aku. Entah kisah yang menyedihkan, menyebalkan, atau menyenangkan dalam hati akan siap dibungkus dalam setiap benak kita masing-masing. Sudah waktunya kita semua bergegas untuk tidak lagi tinggal di sebuah tempat yang telah habis masa berlakunya. Meski begitu, aku akan selalu berupaya untuk tidak melupakan kebaikan-kebaikan kalian; kawan-kawan sem...

Puisi Karya Zeffry J. Alkatiri

Masuk Kota 1949 SEPERTI DIKISAHKAN OLEH SEORANG SAKSI MATA Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Kembang, bendera, dan selendang Untuk pemuda pejuang Dari Kerawang dan Tanggerang Dalam konvoi mungkin masih ada Jono, Idrus, Suratman, dan Bachtiar. Saudara, teman, dan tetangga kita Yang kini menjadi gondrong, dekil, dan lusuh Padahal dahulu mereka necis dan parlente Semua sudah tergadai, saat nica mengetuk pintu. Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Nyanyian dan lencana Yang tak sempat tersematkan Dan tak sempat didengarkan Percuma, Sebab mereka keburu menghilang memburu Hiburan, perempuan, harta rampasan, dan perumahan. Di kawasan Menteng, Matraman, dan Tanah Abang. Kami hanya bersorak sesaat di Kramat. Mencari wajah yang tak lagi dapat dikenali. Seperti gedebong hanyut, Rombongan terdiam pulang. Sambil menenteng kembang layu Untuk dibuang! 1999

Catatan Pesma #13

4 Mei "Ini ongkosnya! Abang udah makan belum? Kalo belum, makan dulu ya," kata ibuku seraya menutup tas kerjanya dan langsung bergegas pergi. Sejenak aku melihat lembaran uang yang sekarang kupegang. Mesin motor kubiarkan menyala. Aku tidak langsung pergi ke rumah untuk kembali. Pagi ini aku memikirkan sesuatu di depan stasiun Tambun. Beberapa orang di sekitar tidak sempat aku pedulikan. Seharusnya aku tidak lagi meminta uang kepada orangtuaku! Hanya ungkapan dari dalam hati nuraniku. Mengingat aku bersyukur kedua orang tuaku detik ini masih hidup bersama di dunia ini. Namun, secara fisik mereka berdua sudah semakin lemah. Dan aku masih belum bisa lepas dari meminta kepada keduanya. Tapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa memberi kepada keduanya, bahkan kepada setiap orang yang butuh. Aku yakin! Setelah mengantarkan ibuku ke stasiun untuk menaiki kereta ke arah tempat kerjanya, aku putuskan kembali ke rumah meski beberapa saat hanya memandangi uang yang diber...