Siapapun kamu, yang saat ini sedang membaca blog ini semoga dalam keadaan bahagia! Ini postingan pertamaku tentang segelintir kejadian-kejadian seputar kehidupan di asrama atau biasa disebut pesantren mahasiswa (pesma) dan insya Allah akan ada postingan lain yang mudah-mudahan membawa manfaat, serta lanjutan dari cerita pesma dan beberapa perihal curahan hatiku, hehehe. Asyek!
Silakan nikmati dengan penuh kenyamanan :)
Ttd,
lelaki biasa
***
Aku terkejut. Sesaat setelah mendengar kabar dari salah seorang mahasiswa yang sama-sama menghuni asrama.
Mengapa?
Jadi seperti ini... Kemarin malam ada seseorang masuk ke kamarku untuk mengabarkan bahwa besok adalah bagian kamarku yang bertugas untuk memasak. Ternyata orang itu adalah ketua divisi bagian dapur di asrama tampat aku tinggal (asrama B). Ia juga mahasiswa yang sudah semester 3.
Aku heran! Sempat tidak percaya!
Bisakah? Aku? Atau kami harus masak?
Mengetahui hal ini, tentu saja aku sangat terkejut! Selain belum pernah memasak sebelumnya ditambah tugas memasak ini harus bisa menyiapkan makanan untuk seluruh penghuni asrama. Tentu sangat banyak jumlahnya, termasuk aku. Ini adalah tantangan bagiku dan juga kawan sekamarku.
Ingat ya! Satu kamar, bukan satu ranjang! Masa jeruk makan jeruk Hehehe.
Karena kamarku dihuni oleh 8 orang, otomatis kita bagi menjadi 2 kelompok untuk memasak.
Baiklah! Aku akan hadapi~
Di dapur. Kami langsung bergerak membagi tugas untuk memasak nasi, menyiapkan bumbu, dan menu kita kali ini adalah telur ayam. Aku bertugas meracik bumbunya, ya... Bumbu ini resep diriku tentunya, pokoknya rahasia deh hehehe. Serta yang lain ada yang bertugas memasak nasi dan mengolah telurnya.
Waduh gawat!
Bumbunya apa saja nih?
Terus, harus aku apakan?
Ya Allah! Bantulah hambamu ini. Aamiin:)
Ah. Sebetulnya baru kali ini aku memasak untuk banyak orang. Atau setidaknya dulu aku pernah berhasil memasak hal yang paling sederhana dan sampai sekarang aku masih hafal dengan resep serta tata caranya. Iya, memasak air untuk menyeduh kopi dan mie instan :(
Setelah semua selesai, bel pun dibunyikan sebagai tanda makanan sudah siap untuk disantap bersama-sama. Akhirnya... Fiuh! Capek juga ya memasak untuk kalian hehehe. Dan... Alhasil, sepertinya mereka suka dengan makanan kami, aku bisa mengira karena mereka telah melahap habis makanannya.
Entah, karena memang masakan kami enak atau justru mereka terpaksa memakannya daripada nanti mereka sakit karena kelaparan? Entah. Yang pasti aku senang dan merasa puas telah berhasil melewati tantangan yang satu ini!
Alhamdulillah!
*
Komentar
Posting Komentar