Pagi ini, aku bangun seperti biasanya. Namun di tempat yang berbeda, kali ini aku bisa merasakan hangatnya keadaan rumah yang beberapa waktu aku tinggalkan. Memang nampak sedikit berbeda keadaanya, atau hanya akunya saja yang merasa demikian. Entahlah. Aku merasa sangat senang bisa kembali berkumpul dengan keluarga, walau tidak lama. Setidaknya, bisa merasakan nikmatnya masakan khas rumah yang selalu aku nantikan kehadirannya hehe. Nikmat.
*
"Yaah.. Kaka Efan nya udah berangkat kuliah lagi ke Jawa!" ia mengabariku dengan penuh keyakinan.
"Oalah, kapan berangkatnya ya?" tanyaku, sambil tetap berdiri di depan gerbang rumah orang yang saat ini aku tunggu bentuk tubuhnya.
"Baru saja, tadi sebelum dzuhur sekitar jam 11an." jawabnya .
"Oh iya iya. Kalo begitu tolong kabarin ke kaka Efan ya, bilang ke dia ada Bang Fadil dateng ke rumah! "
"Iya iya Bang! Oiya... Lain kali janjian aja dulu, diwhatsapp atau apa gitu? " tambahnya mengisyaratkan permintaanya.
"Hehe, iya iya. Yasudah kalo gitu saya balik dulu ya. Assalamualaikum!"
"Iya, waalaikum salam..."
Sungguh kecewa perasaanku sekarang, setelah mendengar jawaban bocah itu, yang sebelumnya aku ganggu ditengah asyiknya ia bermain dengan kawannya di depan teras rumahnya.
Dengan segera aku pun menghidupkan mesin motor, dan kembali menuju rumah dengan perasaan yang tidak pernah aku harapkan sebelumnya—Kecewa.
Ditengah perjalanan arah pulang. Entah ada sesuatu apa yang menghinggapi pikiranku. Tiba-tiba saja, terbesit nama seseorang yang membuatku mengambil jalur lain yang berlawanan dengan arah rumah, untuk kemudian aku meluncur begitu saja ke kediaman orang yang sekarang tengah terpikirkan namanya olehku. Andika
*
"Yaah.. Kaka Efan nya udah berangkat kuliah lagi ke Jawa!" ia mengabariku dengan penuh keyakinan.
"Oalah, kapan berangkatnya ya?" tanyaku, sambil tetap berdiri di depan gerbang rumah orang yang saat ini aku tunggu bentuk tubuhnya.
"Baru saja, tadi sebelum dzuhur sekitar jam 11an." jawabnya .
"Oh iya iya. Kalo begitu tolong kabarin ke kaka Efan ya, bilang ke dia ada Bang Fadil dateng ke rumah! "
"Iya iya Bang! Oiya... Lain kali janjian aja dulu, diwhatsapp atau apa gitu? " tambahnya mengisyaratkan permintaanya.
"Hehe, iya iya. Yasudah kalo gitu saya balik dulu ya. Assalamualaikum!"
"Iya, waalaikum salam..."
Sungguh kecewa perasaanku sekarang, setelah mendengar jawaban bocah itu, yang sebelumnya aku ganggu ditengah asyiknya ia bermain dengan kawannya di depan teras rumahnya.
Dengan segera aku pun menghidupkan mesin motor, dan kembali menuju rumah dengan perasaan yang tidak pernah aku harapkan sebelumnya—Kecewa.
Ditengah perjalanan arah pulang. Entah ada sesuatu apa yang menghinggapi pikiranku. Tiba-tiba saja, terbesit nama seseorang yang membuatku mengambil jalur lain yang berlawanan dengan arah rumah, untuk kemudian aku meluncur begitu saja ke kediaman orang yang sekarang tengah terpikirkan namanya olehku. Andika

Komentar
Posting Komentar