*
Di Masjid. Setelah semuanya selesai menyetorkan hapalan surat-surat Al-Qur'an, semua mahasiswa ada yang langsung bergegas ke asrama untuk menyiapkan keperluan, ada juga yang berdiam untuk sekedar berdiskusi ringan, atau hanya sekedar tidur-tiduran di Masjid menikmati udara pagi.
"Ini hari pertama kita kuliah, sebentar lagi sejarah akan kita mulai" ujarnya.
Aku hanya termenung sejenak, lalu melontarkan sebagian senyum kepadanya.
"Aku akan terus berusaha menuntut ilmu Islam. Karena ini kesempatan terbaikku ketika berada disini! " tambahnya seraya memasukkan Al-Qur'an kedalam tas kecilnya.
"E.. e.. Em... Iya semoga saja ya, semangat! " aku menimpalinya.
"Sudah hampir jam 6 nih, aku ke asrama duluan ya. Sejarah harus dipersiapkan dengan matang hehe!"
"Oiya, aku punya nama 'Abu Bakar' dari Flores. Assalamualaikum!" ucapnya dengan logat khas Indonesia timurnya sambil meraih tanganku yang sebelah kanan.
Lalu ia pun berlalu begitu saja, tanpa ingin tahu siapa namaku dan tidak ingin menunggu sepatah kata pun dariku. Ia pergi.
Aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Terheran dengan dirinya, dan sekarang hanya menatap punggung orang itu yang semakin menjauh meninggalkan tempat semula.
"Waalaikumsalam"
*
Baru saja rasanya kemarin aku resmi jadi siswa SMA, namun sekarang ternyata aku adalah seorang pemuda yang menyandang predikat sebagai Mahasiswa. Menurut beberapa orang bijak, dalam hal ilmu memang tidak usah terlalu dibesarkan dalam masalah jenjang pendidikan asalkan seseorang mampu bersabar dan mau berusaha semaksimal mungkin dalam hal menuntut ilmu maka orang itu akan dinaikkan derajatnya oleh Allah ditengah orang-orang yang tidak mau menuntut ilmu. Artinya, ada perbedaan antara orang yang menuntut ilmu dan orang yang tidak mau menuntut ilmu. Jelas. Tersadar, semuanya berubah begitu cepat, seakan-akan bergerak dengan tiba-tiba. Aku hanya bisa terdiam, dan ternyata aku sadar lalu memikirkan betapa Maha Agungnya sang Pencipta Alam Jagat Raya ini, dalam menetapkan takdir makhluk ciptaan-Nya. Dengan begitu, aku serahkan semua kejadian yang terjadi dalam kehidupanku itu berada dalam kendali-Nya. Termasuk peristiwa ini, dimana seseorang tiba-tiba datang kepadaku memberikan namanya lalu mengucapkan salam dan berlalu begitu saja. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu di dunia ini. Pasti.
Dalam keadaan yang tiba-tiba, menurut akal pikiranku semua bergerak tanpa terencana, semuanya pergi dengan terpaksa, semua hilang tanpa ada yang menyadari, bahkan ada yang datang tanpa permisi. Hal ini lambat laun melatih diri menuju insan yang dewasa. Tapi ketahuilah, bahwa semua yang terjadi di langit dan bumi itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'aala - Selalu.
Komentar
Posting Komentar