Langsung ke konten utama

Koma di Akhir Kalimat

(Foto : M. Ramdhan, kawan di kampus)


 senja bertiup ke arah ia ingin. Pepohonan mendayu-dayu dan menyanyikan lagunya bersama daunnya yang terus berguguran jatuh ke permukaan bumi. 15 menit yang lalu tepat jam 4 sore, hari ini aku seperti biasanya. Menunaikan seluruh tuntutan rutinitas ku. Dan, waktu terus berjalan serta tidak pernah datang untuk kembali, walau aku minta satu detik pun. Waktu tidak pernah datang kembali ke belakang, dan aku percaya hal ini sebagaimana aku percaya bahwa dirimu datang dengan dorongan waktu.

Dirimu?

Aku tidak sedang berdialog dengan seseorang, entah itu lelaki maupun lawan jenisnya. Tidak.

Dirimu, yang aku maksud adalah diriku sendiri. Jikalau ada seseorang membaca tulisan ini, aku harap ia tidak bingung dan menganggap aneh. Atau aku dan dirimu memanglah aneh. Entah?

Aku tidak pernah mengerti bagaimana awal mulanya bumi ini diciptakan? Berawal dari ledakan yang sangat hebat kah? Oh sayang, aku tidak ingin ikut pendapat tersebut. Yang aku tahu adalah bumi ini diciptakan oleh Allah. Ya, Allah yang Maha Pencipta. Ia yang Awal. Tiada tuhan, kecuali Allah. 

Sama seperti; aku tidak paham bagaimana dirimu hadir? Apakah karena cinta? Atau dorongan yang lain? Atau karena konspirasi alam semesta? Atau... Ah, aku harap tidak ada kata 'atau' supaya aku tidak terus-terusan mengira-ngira. Yang aku tahu adalah, Allah yang menghendaki semuanya. Termasuk kehadiran mu. Aku yakin. Jikalau ada seseorang yang membaca paragraf ini dan ia tidak yakin, aku serahkan saja kepadanya lagi. Terserah, itu urusannya. 

Kehadiran mu adalah hal yang telah diciptakan dan dihendaki oleh Maha Pencipta sebagaimana bumi ini terbentuk, bukan karena ledakan, bukan. Atau apakah dirimu ada karena ledakan? Oh, tentu saja tidak. Allah, karena Dia aku yakin dirimu hadir. 

Maksud dari paragraf ini adalah aku ingin menyatakan bahwa seluruh yang terjadi di bawah lorong langit termasuk kehidupan ini, dan juga kehadiran dirimu adalah kembali lagi kepada Allah. Semua terjadi atas kehendak-Nya. Begitu juga berlaku ketika nanti semuanya berlalu dan sirna. Apakah ada yang percaya bahwasannya semua ini akan sirna begitu saja? Aku bertanya, tapi aku tidak mengharapkan jawabannya.

Serangkaian paragraf ini mungkin terkesan tidak jelas apa maknanya. Karena aku tidak berniat memaknainya. Justru hal yang sulit aku lupakan adalah ketika dirimu hadir dan hanya menyisakan sebuah koma pada akhir kalimat, bukan pada akhir ceritanya. Apakah ada seseorang yang saat ini telah membaca lalu bertanya-tanya akan sebuah makna dari tulisan ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Exquisite Lightweight Recipe for Sus Dry Cheese Vs Sus Dry Chocolate Special

This Dry Sus Cake is indeed yummy, so it is loved by many children and adults. This dry sus cake is best made as a snack when relaxing with the family, besides this elegant, sus sus snack is also suitable as a special Eid cake . To create dry, elegant sus can snacks in a variety of ways, here is a recipe for creating the most delicious sus sus dry snacks . There are two elegant recipe snacks for those of you who like salty cheese cake. Try the dry cheese sus cake and chocolate dry sus cake for those of you who like chocolate.   1. Recipe Sus Dry Cheese Ingredients Sus Dry Cheese flour 125 gr (medium protein) egg 3 eggs baking powder 1 teaspoon water 250 ml margarine 50 gr butter 50 g grated cheese 180 gr salt 1/2 tsp How to make a special dry cheese cake cook water with butter, margarine and salt while stirring, stirring until it boils. Turn off the heat. Then enter the flour gradually while stirring until blended, Turn on the fire again, cook ...

Sharkiyah (Bagian 1 s/d selesai)

Gumpalan awan gelap terseret angin menuju ke arah barat. Burung-burung gereja pulang ke sarangnya lebih awal. Sinar matahari hampir hilang karena terselimuti gumpalan awan nan gelap yang sudah tidak mampu menahan beban kegelisahan di atasnya. Di kota urban, sebagian manusia terburu-buru karena khawatir menemukan hujan di tengah perjalanan mereka. Sudah terlanjur basah, hujan menjadi kambing hitam dari setiap kekesalan para manusia. Tidak hanya hujan saja, apa pun bisa menjadi kambing hitam di mata manusia itu sendiri, karena baru-baru ini aku dengar kabar dari manusia bahwasannya mereka pandai sekali menjadikan sesuatu sebagai kambing hitam. Apa benar begitu? Menurut aturan  alam . Saat ini adalah jam 5 sore waktu Indonesia sebelah barat. Sepertinya akan terjadi hujan yang deras. Seorang anak perempuan dan membawa kantung yang terbuat dari plastik bekas berharap ada seorang yang memberi dan terus memberi, seperi tidak ada harapan lagi kecuali mengharapkan pemberian. Ibu-ib...

Alles Komt Goed

Aku menatap awan-awan berkeliaran terseret embusan angin Di tepi pantai, deburan ombak memecah kecemburuan Nelayan mulai pergi melaut memburu kebahagiaan Belahan jiwa dan buah hati menunggu ceria di surga kecil miliknya Aku masih tetap memandangi awan-awan, sekarang aku sendirian Mereka tau, aku pasti cemburu Tidak bisa ikut bersamanya Di hari yang paling indah—untuknya Aku sebal, awan-awan itu mengira aku cemburu Perhatikanlah, aku  hanya sedang menikmati tersiksa oleh derasnya rindu "Alles komt goed" —November Hasil terjemah ke bahasa Belanda : Ik keek naar de wolken die in de wind dwaalden Op het strand breken de golven jaloezie Vissers begonnen te vissen op geluk Zielsverwanten en kinderen wachten gelukkig in zijn kleine paradijs Ik staarde nog steeds naar de wolken, nu was ik alleen Ze weten dat ik jaloers moet zijn Ik kan niet met hem meegaan Op de mooiste dag - voor haar Ik ergerde me, de wolken dachten dat ik jaloers was Kijk, ik vind het gewo...