4 Mei "Ini ongkosnya! Abang udah makan belum? Kalo belum, makan dulu ya," kata ibuku seraya menutup tas kerjanya dan langsung bergegas pergi. Sejenak aku melihat lembaran uang yang sekarang kupegang. Mesin motor kubiarkan menyala. Aku tidak langsung pergi ke rumah untuk kembali. Pagi ini aku memikirkan sesuatu di depan stasiun Tambun. Beberapa orang di sekitar tidak sempat aku pedulikan. Seharusnya aku tidak lagi meminta uang kepada orangtuaku! Hanya ungkapan dari dalam hati nuraniku. Mengingat aku bersyukur kedua orang tuaku detik ini masih hidup bersama di dunia ini. Namun, secara fisik mereka berdua sudah semakin lemah. Dan aku masih belum bisa lepas dari meminta kepada keduanya. Tapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa memberi kepada keduanya, bahkan kepada setiap orang yang butuh. Aku yakin! Setelah mengantarkan ibuku ke stasiun untuk menaiki kereta ke arah tempat kerjanya, aku putuskan kembali ke rumah meski beberapa saat hanya memandangi uang yang diber...
Lelaki biasa; bukan ekspatriat.