Langsung ke konten utama

Postingan

Kongko dan Tradisi Masyarakat Betawi

  (Sumber : Pinterest / wartabuitenzorg)   Masyarakat Betawi sudah lama mengenal istilah Kongko (Kongkow). Istilah kongko biasa dipraktikan oleh masyarakat Betawi dalam bentuk berkumpul atau bercengkrama serius namun tetap santai. Hal demikian telah menjadi tradisi bagi orang Betawi. Di kalangan anak muda, istilah kongko mulai bergeser dengan istilah Nongkrong.   Dikutip dari sejarahjakarta.com, ternyata kongko dalam KBBI berarti bercakap-cakap yang tidak ada artinya atau mengobrol. Sementara Abdul Chaer ( Kamus Dialek Melayu Jakarta ) Kongko merupakan kata serapan dialek Melayu Betawi yang berarti mengobrol tanpa ujung pangkal. Kongko berasal dari bahasa Tionghoa yang secara harfiah artinya bererita tentang segala hal yang terjadi di masa lampau.   Sangat masuk akal karena erat kaitannya dengan kebiasaan keluarga dari masyarakat peranakan Tionghoa di Betawi. Konon mereka sering berkumpul satu sama lain di halaman rumah pada sore hari menceritakan masa lalu yang lebi...

Bali Becomes History of Joe HaTTab, the First Middle Eastern Person Who Dare to Play PS 5 on Indonesian Volcanoes

(  Pict : https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fi.ytimg.com%2Fvi%2Fn-CQ8jBLHHY%2Fmaxresdefault.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Dn-CQ8jBLHHY&tbnid=9uUVcwuAR2CudM&vet=12ahUKEwjZ9o_JtK3uAhWKgGMGHWXtDX0QMygAegUIARCjAQ..i&docid=cSSVIX3XNteuBM&w=1280&h=720&q=joe%20hattab%20ps%205&safe=strict&ved=2ahUKEwjZ9o_JtK3uAhWKgGMGHWXtDX0QMygAegUIARCjAQ  )   For those who are curious, this person's real name is Jehad Hattab. He started to create an account on Youtube around 2012. This man who was born in ninety has deliberately made himself Joe HaTTab, according to his Youtube and other social media accounts as well. According to Google, he was born in Jordan aka Middle Eastern. No wonder he uses Arabic in most of his videos.   When it comes to walking while being recorded on camera, it has become his daily activity. He has been to South Korea as well as a duet with Sophie Kim who is a Yotuber too. Approxi...

Mendefinisikan Kembali Makna Kegagalan Setelah 1.098 Hari

Aku sempat tidak percaya pada sebuah Kegagalan. Atau lebih tepatnya, aku tidak paham apa arti Kegagalan.  Aku hanya mengerti bahwa ketika kalah dari sebuah pertandingan sepak bola itu adalah Kegagalan. Atau pertandingan-pertandingan lain yang sejenis. Aku benci karena sejak 2017 lalu, tepat di bulan Agustus aku telah berani mendefinisikan Kegagalan. Ketakutanku yang berakibat sebuah perpisahan dengan seseorang itulah kusebut sebuah Kegagalan. Aku ingin keluar dari sebuah kebodohan. Setelah 1.098 hari setelahnya,  aku berusaha mendefinisikan kembali Kegagalan. Namun sayang, aku gagal mendefinisikan sebuah Kegagalan.  Kita hanya pergi dari takdir ke takdir yang lain.  Lalu, apakah berpisah dengannya adalah Kegagalan? Bukan! Itu bukanlah Kegagalan, sebab aku tak pernah paham definisinya. 

Exquisite Lightweight Recipe for Sus Dry Cheese Vs Sus Dry Chocolate Special

This Dry Sus Cake is indeed yummy, so it is loved by many children and adults. This dry sus cake is best made as a snack when relaxing with the family, besides this elegant, sus sus snack is also suitable as a special Eid cake . To create dry, elegant sus can snacks in a variety of ways, here is a recipe for creating the most delicious sus sus dry snacks . There are two elegant recipe snacks for those of you who like salty cheese cake. Try the dry cheese sus cake and chocolate dry sus cake for those of you who like chocolate.   1. Recipe Sus Dry Cheese Ingredients Sus Dry Cheese flour 125 gr (medium protein) egg 3 eggs baking powder 1 teaspoon water 250 ml margarine 50 gr butter 50 g grated cheese 180 gr salt 1/2 tsp How to make a special dry cheese cake cook water with butter, margarine and salt while stirring, stirring until it boils. Turn off the heat. Then enter the flour gradually while stirring until blended, Turn on the fire again, cook ...

How to Make Savory & Crispy Onion Chips

Making an Eid dish does not have to be a steady Eid chicken . For those of you who are looking for a special Eid onion chip recipe , please try the recipe to create the following special onion chips . ONION CHICKEN img by: butter-fly-ku.blogspot.com Ingredients - Ingredients To Make Onion Chips: Enough fried oil Garlic 8 cloves (refined) Wheat flour 450 grams Sago flour 120 grams Salt 1 ½ sdt Instant broth ¾ sdt Baking powder ¾ sdt Egg yolk 1 egg Egg 1 egg Ice water 8 tbsp Chives 3 tbsp (thinly sliced) How to Make Onion Chips: Mix wheat flour, garlic, sago flour, salt, instant broth, baking powder, egg yolks, eggs, ice water and chives. Knead until the mixture is impervious. Grind the mixture until completely thin. Cut the mill with a jagged knife and length between 8 - 10 cm. Heat the oil then fry the chips until golden yellow. Lift. Drain. Let cool until the chips are cold. Store in a closed container to last longer. You can also create these onion chips by making a ni...

Mungkin Saja Berakhir

Sebuah kisah mungkin saja berakhir dengan tangisan. Betapa menikmatinya seorang yang masuk ke dalam kisah itu. Setiap konflik ia lewati dengan penuh perasaan. Watak yang tidak tergantikan antara si antagonis dan protagonis, keduanya tetap abadi tidak terbatas akhir kisahnya. Boleh saja aku mengatakan sebuah kisah mungkin saja berakhir. Tapi di seberang sana, ada orang yang rela menanti kelanjutan kisah ini. Betapa hancurnya hati dia yang sudah berharap, padahal aku anggap telah usai. Boleh juga jika dia ingin mengatakan sebuah kisah mungkin saja berakhir jika aku kembali memerankan tokoh pemenang. Atau boleh saja sebuah kisah mungkin saja berakhir jika dia sudah putus asa dengan penantian. Mungkin saja berakhir, dua orang yang kembali pulang kemudian mengunci pintu rumahnya setelah seharian mereka saling menunggu kabar. Berdoa semoga esok hari kenyataan pahit dan luka itu mungkin saja berakhir. Di sekitar Bekasi, Kira-kira pukul 2 dinihari, hari ke-27 di tahun 2020.

Alles Komt Goed

Aku menatap awan-awan berkeliaran terseret embusan angin Di tepi pantai, deburan ombak memecah kecemburuan Nelayan mulai pergi melaut memburu kebahagiaan Belahan jiwa dan buah hati menunggu ceria di surga kecil miliknya Aku masih tetap memandangi awan-awan, sekarang aku sendirian Mereka tau, aku pasti cemburu Tidak bisa ikut bersamanya Di hari yang paling indah—untuknya Aku sebal, awan-awan itu mengira aku cemburu Perhatikanlah, aku  hanya sedang menikmati tersiksa oleh derasnya rindu "Alles komt goed" —November Hasil terjemah ke bahasa Belanda : Ik keek naar de wolken die in de wind dwaalden Op het strand breken de golven jaloezie Vissers begonnen te vissen op geluk Zielsverwanten en kinderen wachten gelukkig in zijn kleine paradijs Ik staarde nog steeds naar de wolken, nu was ik alleen Ze weten dat ik jaloers moet zijn Ik kan niet met hem meegaan Op de mooiste dag - voor haar Ik ergerde me, de wolken dachten dat ik jaloers was Kijk, ik vind het gewo...

Catatan (akhir) Pesma #14

4 semester telah berlalu. Waktu memaksa untuk terus berputar sehingga diriku terbius oleh singkatnya hari demi hari yang telah kulewati. Selama 2 tahun pula aku telah tinggal di sebuah tempat yang kami sepakati bersama dengan sebutan asrama. Setelah melihat papan pengumuman di lobby kampus, bahwa diriku dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan ke semester 5. Hati tidak henti-hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah. Namun di sisi lain, hal ini juga sudah secara otomatis untuk semua mahasiswa yang lulus ke semester 5 harus meninggalkan asramanya. Artinya, kisah yang telah terjadi di asrama akan selalu dikenang oleh setiap penghuninya, termasuk aku. Entah kisah yang menyedihkan, menyebalkan, atau menyenangkan dalam hati akan siap dibungkus dalam setiap benak kita masing-masing. Sudah waktunya kita semua bergegas untuk tidak lagi tinggal di sebuah tempat yang telah habis masa berlakunya. Meski begitu, aku akan selalu berupaya untuk tidak melupakan kebaikan-kebaikan kalian; kawan-kawan sem...

Puisi Karya Zeffry J. Alkatiri

Masuk Kota 1949 SEPERTI DIKISAHKAN OLEH SEORANG SAKSI MATA Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Kembang, bendera, dan selendang Untuk pemuda pejuang Dari Kerawang dan Tanggerang Dalam konvoi mungkin masih ada Jono, Idrus, Suratman, dan Bachtiar. Saudara, teman, dan tetangga kita Yang kini menjadi gondrong, dekil, dan lusuh Padahal dahulu mereka necis dan parlente Semua sudah tergadai, saat nica mengetuk pintu. Sudah kami persiapkan Sejak kemarin Nyanyian dan lencana Yang tak sempat tersematkan Dan tak sempat didengarkan Percuma, Sebab mereka keburu menghilang memburu Hiburan, perempuan, harta rampasan, dan perumahan. Di kawasan Menteng, Matraman, dan Tanah Abang. Kami hanya bersorak sesaat di Kramat. Mencari wajah yang tak lagi dapat dikenali. Seperti gedebong hanyut, Rombongan terdiam pulang. Sambil menenteng kembang layu Untuk dibuang! 1999

Catatan Pesma #13

4 Mei "Ini ongkosnya! Abang udah makan belum? Kalo belum, makan dulu ya," kata ibuku seraya menutup tas kerjanya dan langsung bergegas pergi. Sejenak aku melihat lembaran uang yang sekarang kupegang. Mesin motor kubiarkan menyala. Aku tidak langsung pergi ke rumah untuk kembali. Pagi ini aku memikirkan sesuatu di depan stasiun Tambun. Beberapa orang di sekitar tidak sempat aku pedulikan. Seharusnya aku tidak lagi meminta uang kepada orangtuaku! Hanya ungkapan dari dalam hati nuraniku. Mengingat aku bersyukur kedua orang tuaku detik ini masih hidup bersama di dunia ini. Namun, secara fisik mereka berdua sudah semakin lemah. Dan aku masih belum bisa lepas dari meminta kepada keduanya. Tapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa memberi kepada keduanya, bahkan kepada setiap orang yang butuh. Aku yakin! Setelah mengantarkan ibuku ke stasiun untuk menaiki kereta ke arah tempat kerjanya, aku putuskan kembali ke rumah meski beberapa saat hanya memandangi uang yang diber...

Catatan Pesma #12

Selepas shalat jumat aku berkumpul dengan kawan-kawanku di pelataran Masjid, diketuai oleh teman sekelasku juga. Ia bertindak sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan yang akan kami selenggarakan nanti, insya Allah. Masing-masing ketua seksi mulai memaparkan rencananya kepada si ketua. Kami menjadi saling mendengarkan satu sama lain. Dibarengi candaan khas mahasiswa , membuat suasana kurang begitu serius. Ya, inilah rapat yang sebenarnya! Aku pikir tidak beda jauh juga suasana rapat di gedung yang megah di parlemen sana, penuh candaan? Hehe Bukan suasana rapat yang ingin aku lontarkan sebetulnya. Tapi, sebuah perjalanan yang cukup membuat tenaga dan pikiranku dan Dimas terkuras hampir habis. Mengapa? Karena, setelah rapat usai, aku dan Dimas diutus untuk menemui percetakan yang ada di Jakarta, tepatnya percetakan yang paling murah demi kelancaran rencana kita bersama, sebagaimana hasil rapat tadi. Tidak butuh waktu lama. Aku dan Dimas langsung bersiap-siap ke asrama menyiapkan...

Sajak Pria Tua di Bangku Halte Sore Hari

I/VII Hari mengubah udara menjadi dingin Bulan begitu cepat berlalu, pasca tragedi itu Mencium aroma kopi hangat di meja teras beranda Janji-janji berhamburan keluar seperti biri-biri Pria tua itu duduk lesu di bangku halte sore hari II/VII Kamar mandi kering tak ada yang bermandi Dua pekan lebih, air mata selalu mendidih Jarak ibu kota menjadi dekat dicumbu arah Melihat sepatu 'besi' di jalan sabang setiap hari Si Nenek sabar menunggu belahan hati dan duduk di taman suropati III/VII Tukang roti menjemput padi : pagi, siang hingga malam hari Tubuh lemah dibalut minyak dilabeli kasturi Jalan aspal hitam selalu di injak-injak dengan amarah Warna tubuh dan matamu tiba-tiba menyapaku Hujan, tak berarti bagi sepasang hati yang ingin berlari IV/VII Gunung merapi lelah berkonsentrasi Pedagang bakpao menyapa sultan tanpa basa-basi Tumpahan air bunga mendarat di tempat darah para pujangga Lidah kelu tidak tau cara menyapa waktu Gelapnya hari tanda hujan menggi...

Catatan Pesma #11

Menjelang sore hari ini, aku sengaja meluangkan waktu beberapa menit sebelum asar. Hari ini, jadwal kuliah sangatlah padat, UTS di setiap mata kuliah. Namun, hal yang demikian membuat aku dan teman-temanku semakin menambah kenangan di dalam hidup kita masing-masing. Yap, benar sekali kenangan. Sudah lama rasanya aku tidak menulis di papan ketik ini. Sekarang auranya seperti ada yang berbeda. Entah apa yang membuat hal ini begitu beda. [tertawa] Aku hanya ingin bercerita tentang kejadian beberapa waktu yang lalu; seperti sakitnya kawanku Behar sehingga ia terpaksa harus pulang ke rumahnya dalam keadaan sakit, bahkan ia mengendarai sendiri motornya. Seharian aku memikirkan keadaan dirinya, sesekali ingin menelpon dia menggunakan telepon asrama, apakah dia sudah sampai ataukah belum? apakah ini yang dinamakan orang lain 'lebay'? Terserah, Behar adalah kawanku. Atau tidak hadirnya diriku di acara penting Andika. Ia telah resmi menjadi anggota kepolisian sekarang. Aku i...

Tebar Inspirasi Remaja

Sudah hampir 2 tahun aku tidak lagi menginjakkan kaki di tempat ini. Sebuah bangunan yang menyimpan banyak cerita dan cinta. Aku berjalan menuju gerbang  utama bangunan itu, terlihat beberapa mata anak-anak yang tampak berkilau penuh dengan kerinduan yang sedang bermain di beranda, tatapan mata yang tajam, dan senyuman yang menyimpan potongan pilu membuat mereka tetap tegar untuk hidup dan menggapai mimpi-mimpi itu. Aku menembus aktifitas mereka sehari-hari yang kini sudah menjelang sore hari. Aku bersama beberapa kawan-kawan komunitas telah merencanakan ke tempat ini sejak 2 Minggu yang lalu. Tempat yang menjadi rumah bagi saudara-saudara 'kami' yang notabene mereka semua tanpa orang tua biologis saat ini. Banyak sebab yang menjadikan mereka tidak bisa bersama dengan orang tuanya. Entah itu kematian, ditinggal pergi sejak lahir, atau sengaja dibuang. Agak miris memang. Namun, inilah kenyataan yang mesti mereka hadapi bersama. Bersama kita! Panti asuhan yang terletak di pin...

untitled

Bismillah Segala puji dan syukur hanya tercurah kepada Allah. Tuhan yang menciptakan siang dan malam, pagi dan petang, langit dan bumi, panas dan dingin, gelap dan terang, dan juga Ia yang menciptakan kematian dan kehidupan. Begitu pula dalam penciptaan semua makhlukNya yang berpasang-pasangan. Yang telah mengutus seorang manusia untuk menjadi rahmat di alam dunia ini, dialah Muhammad yang kita selalu bersholawat kepadanya serta mengucapkan salam tanpa ada keraguan.  Malam ini menjadi saksi atas kuasa sang Khaliq, yang telah meniupkan ruh pada jasad manusia semenjak di dalam perut ibunya. Kemudian Dia berkehendak untuk menentukan takdir sebagaimana kelahiran anak manusia yang Dia juga telah tetapkan di dalamnya. Rasa senang bercampur haru turut menyelimuti malamku kali ini. Di sebuah gedung yang kurang aku sukai, peralatan medis yang selalu sinis menyapaku, aroma khas di ruangan IGD yang memaksa hidungku untuk terus menghirupnya, atau seluruh ruangan di bangunan ini meman...

Catatan Pesma #10

Sepertinya musim hujan tahun ini akan mengalami kemunduran dari yang seperti biasanya. Sudah bulan ke-11 di tahun masehi, hujan masih sangat jarang sekali turun, khususnya di tempat aku tinggal saat ini. Terkadang hanya terlihat gumpalan awan yang menjadikan hari mendung tanpa ada kepastian akan turun hujan ataukah tidak? Oh, sudah tentu alam tidak pernah memberikan harapan. Apalagi yang palsu, bukan? (tertawa) Sudah 2 hari ini aku tidak masuk kuliah. Hari ini dan kemarin, menjadi hari yang berat untuk tubuhku melaksanakan tugasnya. Ia tidak kuat berjalan, otot-ototnya lemah, jari-jemarinya tidak berdaya, suhunya pun sangat tinggi, lebih sering ia tertidur lemas di atas pembaringannya, bibirnya kering memucat, dan malamnya dihiasi dengan mengigau mungkin disebabkan suhunya yang sangat tinggi. Bulan November kali ini, aku tidak segagah pada tahun yang lalu; ya, terlalu lemah! Sejak semester 3, aku berpindah ke asrama A. Ini merupakan peraturan dari Pesma, harus bergantian setiap sem...

Sharkiyah (Bagian 1 s/d selesai)

Gumpalan awan gelap terseret angin menuju ke arah barat. Burung-burung gereja pulang ke sarangnya lebih awal. Sinar matahari hampir hilang karena terselimuti gumpalan awan nan gelap yang sudah tidak mampu menahan beban kegelisahan di atasnya. Di kota urban, sebagian manusia terburu-buru karena khawatir menemukan hujan di tengah perjalanan mereka. Sudah terlanjur basah, hujan menjadi kambing hitam dari setiap kekesalan para manusia. Tidak hanya hujan saja, apa pun bisa menjadi kambing hitam di mata manusia itu sendiri, karena baru-baru ini aku dengar kabar dari manusia bahwasannya mereka pandai sekali menjadikan sesuatu sebagai kambing hitam. Apa benar begitu? Menurut aturan  alam . Saat ini adalah jam 5 sore waktu Indonesia sebelah barat. Sepertinya akan terjadi hujan yang deras. Seorang anak perempuan dan membawa kantung yang terbuat dari plastik bekas berharap ada seorang yang memberi dan terus memberi, seperi tidak ada harapan lagi kecuali mengharapkan pemberian. Ibu-ib...